- Back to Home »
- aku rindu ayah
Posted by : Novia Agustin Nasution
Selasa, 18 Februari 2014
Hai
yah, apa kabar? Semoga kesehatan selalu menyertaimu, aku sangat merindukanmu
benar-benar rindu. Apalagi setelah kepergianmu dari rumah beberapa bulan
lalu meninggalkan anakmu dan istrimu sendirian, kau kenapa yah?
Apa kau sudah
benci dengan keluarga kecil kita? Apa kau sudah muak dengan sikap manjaku? Apa kau
sudah bosan dan lelah dengan keluarga yang sudah kau bangun sejak lama ini? Iya?
Tapi, kenapa yah? Apa salahku? Apa salah ibu? Pulanglah yah, kembalilah kepada
kami. Kami sangat merindukanmu, kami sangat membutuhkanmu. Kau kepala keluarga,
harusnya kau tidak melakukan hal bodoh ini.
Ayah,
beberapa minggu lalu aku menemuimu di sebuah mall tapi aku lihat kau tidak
sendirian, tapi kau juga tidak bersama ibu, lalu siapa wanita itu ayah? Apa karena
wanita itu kau tega meninggalkan kami? Kau tega membuat hati ibu hancur yah,
aku tak menyangka kau akan melakukan hal seperti ini. Kenapa kau bodoh sekali
yah? Kenapa? Ibu sangat mencintaimu begitupun anak-anakmu yah, kami
membutuhkanmu. Ketika kau masih tinggal bersama kami, aku sering melihat ibu
menangis di dapur sambil membuatkan kopi panas untukmu yah, ku tanya padanya “
bu, kenapa kau menangis? ” tapi, ibu hanya menjawab “ ibu tidak apa-apa sayang,
kembalilah masuk kamar siapkan buku untuk esok ” hanya itu yang ibu katakan
padaku.
Setiap
malam aku selalu mendengar pertengkaran antara kau dan ibu yah, bahkan aku
memberanikan diri untuk keluar kamar
untuk sekedar melihat apa yang sedang terjadi di ruang tamu. Dan, aku melihat
tanganmu yang dulu menghapus setiap air mata ibu sekarang berganti dengan
tamparan keras di pipi lembut ibu, kenapa kau memperlakukan ibu seperti itu
yah?!! Kau sungguh tak punya hati, dia istrimu tapi dia seperti musuhmu. Tiap malam
kau selalu marah tanpa alasan yang jelas, terkadang aku sebagai anakmu pun jadi
korban pelampiasan amarahmu. Tapi tak apa, mending kau lukai aku ketimbang ibu
yang kau sakiti. Itu hanya membuatku semakin terluka dan bersalah karena tak
bisa melindungi ibu.
Sudah
lewat setahun kau tak kunjung pulang, setiap malam ibu selalu menunggu
kedatanganmu, ibu menunggu kedatangan suaminya yang telah lama tak
menafkahinya, menemuinya, bahkan tidak memperdulikan anak-anaknya lagi. Aku
selalu melihat ibu menangis ketika beliau mengadu ke maha kuasa, ibu selalu
berdoa semoga kau baik-baik saja yah. Ibu sangat baik kepadamu, tapi kenapa
engkau begitu jahat pada ibu yah?!! Kau memang kepala keluarga yang tak punya
hati, kau telantarkan anakmu, kau terlantarkan istri dan keluargamu. Sedangkan di
luar sana kau enak-enakan bermain gila dengan wanita-wanita sialan itu.
Aku dan
ibu selalu berdoa kepada Tuhan, semoga kau segera sadar atas semua yang kau
lakukan pada kami, dan kau segera kembali ke keluargamu ini. Karena kami sangat
merindukanmu.
sepucuk surat rintihan dari anakmu yang begitu menyayangimu,
aku harap kau segera kembali kerumah kita yah.

